Sabtu, 19 Desember 2015

Dikhianati



Puisi by arsali markaboshi
Dikhianati

Matahari telah enggan menampakan sinarnya
dikala malam datang
Hingga Gelap menutupi terang.
Kala itu hanya seberkas sinar nampak beradu

Kini,rasa menyesal merasuki jiwa
Bahkan Bilur-bilur luka menari diatas penderitaan

Mengapa melepaskan bunga digenggaman
Sedang Ribuan waktu telah dijaga

 Bahkan Ribuan benteng  
dibangun dengan fundasi cinta
Berpagarkan besi berdindingkan emas
Sangat mudah hancurkan oleh 1 peluru meriam
Hancur lebur Mengisahkan kepingan duka

sungguh malang nasib sikumbang jantan
telah menanam pohon
namun buahnya dirasakan kumbang lain.


GRIEF
The sun was reluctant to reveal light
Wherever come dikala night
Dark light cover.
Only a beam of light that appears compete in the liver
Now, a sense of regret permeates the soul
As well as the lesions are dancing above suffering injuries
Why, I removed the flower in your hand
Thousands castle I built with a solid foundation
destroyed by the first cannonball
Destroyed all my efforts
However, I have to rise up to rebuild a solid and stately fortress


Tidak ada komentar:

Posting Komentar