Arsali markaboshi
dalam karyanya
manisnya
janji
lidah tidak bertulang
lisanpun merajalela
kata demi kata terucap
melahirkan sebuah janji
janji yg telah berakar dalam
jiwa
jiwa seorang wakil rakyat
kesengsaraan dan kekecewaan
berkecamuk
dalam benak hingga menjadi
satu
Liatlah tangisan ini sang
wakil rakyat
Tangisan akan penderitaan
Air mata berubah menjadi
darah
Darah yg berserakan di bumi
ini
Wahai sang wakil rakyat,
Kami bukan menuntut padamu
Tapi kami hanya meminta
Buktikan janji itu
Janji yang terucap dari
mulut manismu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar