Sabtu, 19 Desember 2015

puisi manisnya janji



Arsali markaboshi dalam karyanya
manisnya janji

lidah tidak bertulang
lisanpun merajalela
kata demi kata terucap
melahirkan sebuah janji
janji yg telah berakar dalam jiwa
jiwa seorang wakil rakyat

kesengsaraan dan kekecewaan berkecamuk
dalam benak hingga menjadi satu

Liatlah tangisan ini sang wakil rakyat
Tangisan akan penderitaan
Air mata berubah menjadi darah
Darah yg berserakan di bumi ini

Wahai sang wakil rakyat,
Kami bukan menuntut padamu
Tapi kami hanya meminta
Buktikan janji itu
Janji yang terucap dari mulut manismu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar