Minggu, 06 Maret 2022

Puisi- stop diskriminasi

 No diskrimiasi papua


Mahatari terbit dari timur

Negeri indah dengan kekayaan alamnya.

Negeri papua namanya.


Namun, aku kecewa pada mereka yang suka menghina

Rambut keriting, kulit hitam

Itulah hinaan dan tentunya jadi santapan anak papua

Kawan, Hentikan diskriminasi terhadap mereka


Kita indonesia, kita berada dlm ibu pertiwi sama.

Bahasa kita sama, bendera kita sama

Apakah pantas, hinaan terus kau ucapkan?

Lantaran etnis berbeda


Tidak .tidak !!hentikan omong kosong itu.

Sedari diri, kita indonesia 

Sepatunya kita berpegang tangan,bahu membahu

Memandang ke depan.

Karna masih ada yang lebih penting tuk memajukan indonesia tercinta

Bukan sebaliknya, selalu menghina.

Puisi- percakapan kompeni dan nona pribumi

 Kompeni:


 3 abad aku menapaki bumi pertiwimu.

Berbagai huru hara,

Problematika,membabi buta hingga kesengsaraan jadi santapanmu.


Hartamu kuserobot. 

Emas, nikel, batu bara, rempah-rempah.

Kau tak berkutik,  kau tak mau merebutnya.

Sungguh kasian!! Daya laksana selembar tisu yang mudah terbakar.


Aku serakah!!! Itulah aku.itulah aku yang kau sebut kampeni belanda.


Nona pribumi

"Lancang lisanmu berucap. Sungguh tak tau malu.merenggut...!

Bukan hakmu, namun tetap kau agungkankan. 


Kompeni

"Lantas, apa dayamu. merontakpun percuma.

Lihatlah. Aku punya senapan. Siap nembus kepalamu...

Dor...dor...dos.....hahahaha, kalau saya mau.


Nona


Cukup .cukup cukup....hengkangkan kakimu di bumi pertiwiku

Lihatlah!ujung bambu tajam Ini. 

Bambu siap mengoyak tumbuhmu

Hingga Kuteriakkan semboyan


"Merdeka atau mati"


Kompeni


Terkutuk.....

Beraninya kau....


Nona


Selama mentari terbit di ufuk timur

Di sana itu pula, semangatku berkobar


Aku takkan berhenti sedetik pun

Menyelamatkan melindungi dan mempertahankan

Walaupun hingga aku menyatu dengan tanah negeriku


 

Generasi muda bukan generasi micin

 Artsali 


Dlm karyanya Generasi muda


Lilin putih berpijar

Tapi tak mampu menyinari kegelapan

Dalam keheningan malam

Selembar kertas terselip diantara tumpukan buku


Kuambil lalu kubaca

Ada untaian kata 


"GENERASI MUDA "

Terbesit dalam gumamku

Aku muda, mereka memanggilku generasi muda


Lantas, apakah pantas generasi mudaku ternoda 

salah tp dianggap benar, 


Aneh ya!!!

Sampai kapan?


Ugal-ugalan....

Kandelpot racing dinyaringkan agar dianggap valentino rossi.

Joget tik tok sudah overdosis

Joget patah patah sampe tanah agar ingin dianggap itu keren.

Ah basi!!!omong kosong !


Stop, aku tak ingin disebut generasi micin.

Aku tak ingin dianggap sok suci.


Lanjut dalam gumanku


Aku yang dipanggil generasi muda.

Patut kenali diri. Kreatif dlm beraksi.

 Bukan sebaliknya, amburadul dlm beraksi


Bung karno pernah berucap dlm pidatonya.

Beri aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

 Lanjut gumamku

 

Jika satu pemuda berbalut tik tok, kandelpot recing. Apakah akan mengguncangkan dunia?

Hhahaha.....

Terguncang karena kegaduhan, dan keonaran

Sabtu, 10 November 2018

Torehan pena

Denting jarum jam tepat 01.13
Berteman Hening malam
Hingga dingin tak lagi menusuk tulangku

Kucoba merangkai kata dlm doaku
Meski kusadari tak akan pernah sampai
"Aku ingin menjadi cinta
Yang selalu merapat ke dahan hatimu
Memijit rasa hingga bibir pucat berdarah
Kusematkan cintaku untuk selingkar hati
Hingga raga akan berkalang tanah


Lanto,10 november 2018
Di kamar sex

Kurindu hidayahMU

Artsali,10 nov 2018
At 22.07 wita
----------------------------
Aku seperti berada di padang pasir
Langkahku lesu,mataku berkunang
Hingga tak tentu arah melangkah

Aku lelah mendengarnya
Ulah setan yang menjelma
Menipu daya,meracuni pikiranku
aku enggan jadi kawan ke lubang neraka
Berkalang bara api,siap melahap tubuhku
Tercabik besi panas,bukan inginku

Pintaku,berikan aku naunganmu
Dlm keridhaanMu

Rabu, 24 Oktober 2018

Cintai buton tengah

"Jgn merusak negeriku" dlm torehan pena artsali
Maobu,october 22th 2018
----------
Kutorehkan tinta pena diatas kertas putih
Tuk melukiskan indahmu
engkau negeri tercintaku
Negeri yg kurindukan,dikala aku tak bersamamu
Iyah....buton tengah namamu
Negeri 1000 gua julukanmu

Di sini!!!
Gua,pantai,danau,teluk serta keragaman budayamu
Sangat indah dipandang mata

Tp,sangat disayangkan!!!
Kita terlalu egois bahkan acuh tak acuh
Membuang sampah di pantai
Membom ikan di laut
Membakar hutan merupakan sebagian tindakan tak terpuji yg kita ciptakan hingga membawanya pada kerusakan

Lihat.....lihat dan lihat...!!!!
Wahai manusia......
Apa yg kita telah berbuat
Kita hanya menikmati namun tak ada belas kasih.

Sungguh bodoh raga ini...!!!
Dimana letak kesadaran kita?
Tidakkah kita merasa iba?
Jika masih ada.
Bangunlah dari tidur panjangmu
Lihatlah!!!dan mari berpegang tangan,bahu membahu
Dari langkah kaki mungil kita semua
Mari kita jaga dan ciptakan keindahan alam buton tengah.



Tuk sarlianti


Lanto,25 okt 2018.jam 13.24

Aku bungkam,pikiranku buyar
Bunga yg mekar
Kini layu berguguran

Ini salah siapa???
Cinta????
Ini bukan salah cinta
Melaikan keegoisanku yg pedulikannya

Kini aku dirundung 2 pilihan
Hingga pilu dan lara telah jadi bayang-bayam kelam
Aku juga dirajam ribuan tanya
Siapa yg akan memenangkan hati???
Aku diam,hati ikut menangis.
Tuhan,dlm sujud sepertiga malamku berilah petunjukmu!
" siapapun dia?"
Dia akan jd penuntunku kelak hingga jannah.
Meski akan ada hati pula yg menangis dibelakangku.

Dan Aku percaya kata pujangga
" cinta tak harus memiliki"

@arsali