Sabtu, 10 November 2018

Torehan pena

Denting jarum jam tepat 01.13
Berteman Hening malam
Hingga dingin tak lagi menusuk tulangku

Kucoba merangkai kata dlm doaku
Meski kusadari tak akan pernah sampai
"Aku ingin menjadi cinta
Yang selalu merapat ke dahan hatimu
Memijit rasa hingga bibir pucat berdarah
Kusematkan cintaku untuk selingkar hati
Hingga raga akan berkalang tanah


Lanto,10 november 2018
Di kamar sex

Kurindu hidayahMU

Artsali,10 nov 2018
At 22.07 wita
----------------------------
Aku seperti berada di padang pasir
Langkahku lesu,mataku berkunang
Hingga tak tentu arah melangkah

Aku lelah mendengarnya
Ulah setan yang menjelma
Menipu daya,meracuni pikiranku
aku enggan jadi kawan ke lubang neraka
Berkalang bara api,siap melahap tubuhku
Tercabik besi panas,bukan inginku

Pintaku,berikan aku naunganmu
Dlm keridhaanMu

Rabu, 24 Oktober 2018

Cintai buton tengah

"Jgn merusak negeriku" dlm torehan pena artsali
Maobu,october 22th 2018
----------
Kutorehkan tinta pena diatas kertas putih
Tuk melukiskan indahmu
engkau negeri tercintaku
Negeri yg kurindukan,dikala aku tak bersamamu
Iyah....buton tengah namamu
Negeri 1000 gua julukanmu

Di sini!!!
Gua,pantai,danau,teluk serta keragaman budayamu
Sangat indah dipandang mata

Tp,sangat disayangkan!!!
Kita terlalu egois bahkan acuh tak acuh
Membuang sampah di pantai
Membom ikan di laut
Membakar hutan merupakan sebagian tindakan tak terpuji yg kita ciptakan hingga membawanya pada kerusakan

Lihat.....lihat dan lihat...!!!!
Wahai manusia......
Apa yg kita telah berbuat
Kita hanya menikmati namun tak ada belas kasih.

Sungguh bodoh raga ini...!!!
Dimana letak kesadaran kita?
Tidakkah kita merasa iba?
Jika masih ada.
Bangunlah dari tidur panjangmu
Lihatlah!!!dan mari berpegang tangan,bahu membahu
Dari langkah kaki mungil kita semua
Mari kita jaga dan ciptakan keindahan alam buton tengah.



Tuk sarlianti


Lanto,25 okt 2018.jam 13.24

Aku bungkam,pikiranku buyar
Bunga yg mekar
Kini layu berguguran

Ini salah siapa???
Cinta????
Ini bukan salah cinta
Melaikan keegoisanku yg pedulikannya

Kini aku dirundung 2 pilihan
Hingga pilu dan lara telah jadi bayang-bayam kelam
Aku juga dirajam ribuan tanya
Siapa yg akan memenangkan hati???
Aku diam,hati ikut menangis.
Tuhan,dlm sujud sepertiga malamku berilah petunjukmu!
" siapapun dia?"
Dia akan jd penuntunku kelak hingga jannah.
Meski akan ada hati pula yg menangis dibelakangku.

Dan Aku percaya kata pujangga
" cinta tak harus memiliki"

@arsali