Kompeni:
3 abad aku menapaki bumi pertiwimu.
Berbagai huru hara,
Problematika,membabi buta hingga kesengsaraan jadi santapanmu.
Hartamu kuserobot.
Emas, nikel, batu bara, rempah-rempah.
Kau tak berkutik, kau tak mau merebutnya.
Sungguh kasian!! Daya laksana selembar tisu yang mudah terbakar.
Aku serakah!!! Itulah aku.itulah aku yang kau sebut kampeni belanda.
Nona pribumi
"Lancang lisanmu berucap. Sungguh tak tau malu.merenggut...!
Bukan hakmu, namun tetap kau agungkankan.
Kompeni
"Lantas, apa dayamu. merontakpun percuma.
Lihatlah. Aku punya senapan. Siap nembus kepalamu...
Dor...dor...dos.....hahahaha, kalau saya mau.
Nona
Cukup .cukup cukup....hengkangkan kakimu di bumi pertiwiku
Lihatlah!ujung bambu tajam Ini.
Bambu siap mengoyak tumbuhmu
Hingga Kuteriakkan semboyan
"Merdeka atau mati"
Kompeni
Terkutuk.....
Beraninya kau....
Nona
Selama mentari terbit di ufuk timur
Di sana itu pula, semangatku berkobar
Aku takkan berhenti sedetik pun
Menyelamatkan melindungi dan mempertahankan
Walaupun hingga aku menyatu dengan tanah negeriku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar